[CERITA JANDA] TANTE MAAFKAN ARQI BERBAGI CERITA DI BLOG INI

Saya segera menyergap tante saya yang terkulai di tempat tidur. Tante Euis terus menerus berteriak, Saya mulai menciumi wajahnya yang halus, lalu lehernya dan terus turun sampai ke dadanya. Amblas sudah penis saya ke dalam vaginanya. Lubang vaginanya masih tergolong sempit bagi wanita yang sudah tidak perawan lagi. Saya mulai memaju mundurkan penis saya.

[CERITA JANDA] TANTE MAAFKAN ARQI BERBAGI CERITA DI BLOG INI
Nama saya Arqi, saat itu saya masih berstatus sebagai siswa SMA di daerah Purwakarta, di sekolah itu lah saya mendapatkan julukan jengkol. Mungkin karna saya senang sekali dengan buah ini. Apalagi kalo di semur. MMMMhhhp Mantap! Dengan harapan Nama Populer itu menjadi lebih populer di internet. Diambil lah nama keren RQ DJengkol. Selamat Menikmati cerita-cerita Saya.
Kali ini saya mau menceritakan pengalaman seks saya dengan tante saya. Saya memiliki tante yang bernama Euis (bukan nama sebenarnya). Tante Euis telah mempunyai dua anak (9 dan 11 tahun). Walaupun ia telah mempunyai anak, tubuhnya masih seperti mahasiswi. Kulitnya putih mulus, beratnya sekitar 50 kg, tampangnya seperti Vicky Shu.

Hari Minggu kemarin, saya pergi ke rumah kakek saya. Sebagai informasi, Tante Euis masih tinggal bersama dengan kakek dan nenek saya di Jakarta Timur. Saya dititipkan di rumah kakek saya soalnya orang tua saya ingin menghadiri pesta perkawinan bersama kakek dan nenek saya. Kebetulan Tante Euis sedang ada di rumah. Suaminya (adiknya Papa saya) sedang pergi ke Bandung.

Singkat cerita, saya pergi ke kamar mandi Tante Euis (soalnya yang paling dekat dengan tempat saya duduk). Begitu saya mau pipis, saya melihat vibrator di pinggir bath tub. Nampaknya vibrator tersebut habis digunakan. Soalnya masih tercium jelas bau vagina dari vibrator tersebut. Setelah keluar dari kamar mandi, saya dipanggil tante saya ke kamarnya. Sesampainya saya di kamarnya, ia meminta saya untuk mengambilkan tasnya di tempat yang tinggi. Saat itu Tante Euis sedang memakai T-shirt tanpa lengan berwarna putih. Dengan begitu, saya dapat melihat sedikit payudaranya. Dengan keadaan seperti itu, saya langsung terangsang. Saya tidak dapat menahan nafsu saya lagi, saya segera menutup pintu dan menguncinya. Saya menghampiri tante saya dan menjatuhkannya ke ranjang. Saya segera menyergap tante saya yang terkulai di tempat tidur. Tante Euis terus menerus berteriak, tapi nampaknya tidak ada yang mendengar, soalnya rumahnya kakek saya termasuk besar (1500 m2). Saya segera mengikat tangan Tante Euis ke kepala ranjang. Saya mulai menciumi wajahnya yang halus, lalu lehernya dan terus turun sampai ke dadanya. Saya segera melucuti T-shirtnya (walaupun sedikit susah, karena kakinya menendang-nendang). Akhirnya semua bajunya berhasil saya lucuti. Sehingga tidak ada seutas benang pun yang masih menempel di badannya. Lalu saya segera masukkan jari saya ke vaginanya. Sekitar 5 menit kemudian, Tante Euis mulai tenang dan mulai menikmati permainan jari saya di vaginanya.

Ia mendesah "Sshh... sshh... Ssshh... Sshh. Masukin penis kamu dong Ar, tante sudah kagak tahan." Mendengar perkataan tante saya, saya segera membuka celana saya dan memasukkan penis saya ke liang vaginanya "Blless". Amblas sudah penis saya ke dalam vaginanya. Lubang vaginanya masih tergolong sempit bagi wanita yang sudah tidak perawan lagi. Saya mulai memaju mundurkan penis saya. "Ennaak... Ar... terus masukin, teriak tante saya. Setelah 10 menit kemudian tubuh tante saya mengejang dan "Aahh... aahh... aahh." Nampaknya tante saya sudah orgasme. "Tunggu sebentar lagi tante, saya sedikit lagi juga mau keluar", sahut saya. Saya percepat laju penis saya sambil meremas-remas payudaranya yang kenyal. Akhirnya "Aahh.. aakhh", sperma saya muncrat di dalam vagina Tante Euis. Lalu saya segera tarik penis saya dan meminta tante saya untuk membersihkannya. Ia pun segera menjilatinya sampai bersih. Kami terkulai lemas di atas ranjang. Lalu saya melepaskan ikatan Tante Euis. Tante Euis hanya tersenyum dan berkata "Lain kali kalau mau ngeseks sama tante bilang saja, nggak usah malu-malu." "Jadi, tante nggak marah sama Arqi?" sambung saya. "Enggak tante kagak marah, cuman tadi rada kaget and nerveous, soalnya tante sudah lama kagak ngerasain ngeseks yang kayak begini nikmat. Habis om kamu itu cepet keluar, jadi tante terpaksa harus mastrubasi sendiri supaya puas."

Akhirnya saya berdua dengan tante saya mandi bersama untuk membersihkan diri dan sempet main sekali lagi di kamar mandi. Lumayan khan pengalaman saya, sudah pernah mencoba vagina tante sendiri. Cerita di atas benar-benar terjadi. Nanti saya akan ceritakan lagi pengalaman seks saya dengan Tante Euis dan adiknya Tante Euis di apartmen kakek saya di Singapura.


TAMAT