Saya cium Rendy sambil merasakan gelombang orgasme saya, rasanya nikmat sekali dan sangat menyenangkan, benar-benar di luar dugaan saya. Saya mencoba membuat Rendy keluar, tapi tidak bisa, akhirnya Rendy mencabut penisnya dan memasukkan kedalam mulut saya. Kalau A Ikin tahu pasti nanti dia minta saya hisap penisnya setelah masuk kekemaluan saya.
[CERITA JANDA] PENGALAMAN NAKAL CERITA ISTRI SELINGKUH
Anda mungkin sudah membaca pengalaman seks saya yang ditulis oleh suami saya. Nama saya Lina dan sekarang ini saya yang bercerita. Pengalaman seks saya ini masih berkelanjutan. Dengan tidak sengaja saya bertemu dengan eks pacar waktu masih SMA. Inipun karena salah satu teman baru saya kenal baik dengan eks pacarku.
Suatu malam sepulang kita dari kerja, Rendy menelepon saya dan bertanya apakah saya bisa bertemu dengan dia untuk makan malam. Ah, mengajak saya untuk saya pergi makan malam, kita akhirnya pergi makan di sebuah restaurant di bilangan Sudirman. Tempatnya cukup ramai dan kita duduk disatu sudut dari restaurant itu. Sambil makan kita minum wine, dan ini adalah salah besar karena saya gampang tipsy kalau minum white wine, lumayan juga kita minumnya. Setelah selesai makan, Rendy bertanya apa saya harus langsung pulang, saya bilang tidak! asalkan tidak terlalu malam. Waktu kita naik lift untuk turun, Rendy menekan tombol di salah satu floor dan kita keluar menuju salah satu kamar. Rupanya Rendy sudah check-in lebih dahulu. Di kamar Rendy langsung mencium saya dan membuka baju saya, payudara saya diremas-remasnya dan ini membuat saya mengelinjang keenakkan. Dia terus mencium dan menjilat puting saya, dikulum dan dihisap-hisap oleh Rendy. Kemaluan saya sudah terasa basah dan kepala saya sepertinya setengah mengambang karena wine tadi.
Rendy kemudian merebahkan saya di tempat tidur dan ia melepaskan baju dan celananya. CD saya dilepas juga bra saya, saya sudah telanjang bulat. Rendy bilang dia senang lihat kemaluan dan rambut kemaluan saya. Saya mempunyai rambut kemaluan yang tebal tapi sering saya rapihkan karena A Ikin senang dengan bulu yang rapih. Kemaluan saya sudah semakin basah, dan Rendy mulai memainkan jarinya di kemaluan saya, klit saya dielus elusnya dan jarinya masuk ke dalam kemaluan saya. Gerakan jari Rendy saya sambut dengan menggoyangkan pinggul saya mengikuti irama jari Rendy. Cairan dari kemaluan saya sampai meluber ke paha dan kena ke sprei. Saya sudah sangat terangsang dan penis Rendy saya pegang, penis Rendy sangat kecil di bandingkan dengan penis-penis yang pernah saya rasakan. Tapi apa boleh buat, yang ada sekarang adalah penis Rendy. Saya berusaha membuat penis Rendy menjadi keras. Yang penting bisa keras, jadi bisa saya masukkan ke dalam kemaluan saya.
Saya terus mencium Rendy dan turun keputingnya, saya hisap dan mainkan lidah saya, banyak cowok yang merasa geli dan senang kalau dihisap putingnya, sama saja seperti kita para wanita. Rendy juga tidak terkecuali, dia menikmati hisapan saya dan penisnya menjadi keras. Perlahan-lahan saya mencium badan Rendy dan akhirnya sampai juga kepenisnya yang kecil itu, saya hisap dan masukkan semua ke dalam mulut saya. Seluruh penis Rendy masuk kedalam mulut saya dan mengulumnya sangat mudah bagi saya. Rendy mengerang dan kepalanya goyang kekiri dan kanan, sepertinya dia senang kalau penisnya saya hisap. A Ikin paling senang kalau penisnya saya hisap, rata rata laki-laki yang tidur dengan saya senang dengan cara saya menghisap penis. A Ikin selalu bilang kalau saya selalu kasih the best blow job. Memang A Ikin sudah tidur dengan beberapa wanita dan beberapa wanita itu saya kenal. Cemburu sih sebetulnya kalau dengar atau tahu A Ikin tidur bersama wanita lain. Rasanya mau marah saja, tapi kalau saya yang tidur dengan laki-laki lain sih lain lagi ceritanya.
Rendy kemudian menarik saya ke atas sampai badan saya berada di atasnya dan kemaluan saya pas di bibirnya, rupanya dia ingin menjilat kemaluan saya. Saya tekan kemaluan saya ke bibirnya dan saya gosok-gosokkan di atas mulutnya. Rendy mencoba mencari klit saya, tapi saya punya klit sangat kecil, ini menurut A Ikin, jadi sama dong saya dan Rendy. Cukup lama Rendy menjilat kemaluan saya, setelah itu dia merebahkan saya dan naik ke atas badan saya, paha saya dibuka dan penisnya diarahkan ke kemaluan saya, basah sekali kemaluan saya dan saya sudah sangat horny. Kaki saya, saya angkat ke atas bahu Rendy, ini membuat kemaluan saya terbuka dengan lebar. Rendy mendorong penis kecilnya ke dalam kemaluan saya dalam satu gerakan, dorongannya sangat keras, kuat dan dalam dalam. Saya berusaha mengecilkan kemaluan saya tapi agak sulit, karena penisnya terlalu kecil dan kemaluan saya sudah dilewati oleh tiga anak dan beberapa penis yang besar. Salah satunya sekitar 13 inchi dengan diameter kira kira 7-8 centi. Tekanan dari penis Rendy cukup memberi gesekan ke klit saya yang membuat saya tambah terangsang dan basah, beberapa kali penis Rendy terlepas dari kemaluan saya, terlebih lebih kalau dia mengangkatnya telalu jauh, atau saya menurunkan pinggul saya terlalu dalam.
Satu hal yang saya tidak harapkan adalah keluar dengan penis yang sekecil ini. Penis yang besar saja saya tidak bisa keluar apalagi penis kecil segini saya rasa tidak lebih dari 5 centi. Ternyata gesekan Rendy membuat darah saya berputar lebih cepat, dan juga dampak dari wine menambah rangsangan ke klit saya, saya merasakan darah saya terpusat dikemaluan saya dan klit saya terasa membengkak, demikian juga kemaluan saya. Tidak lama kemudian saya keluar, pinggul saya dorong ke atas kuat-kuat, waktu tekanan bertambah saya mulai mengeluarkan erangan dan saya peluk Rendy kuat-kuat sambil bilang ke dia kalau saya akan keluar, tahu kalau saya mau keluar, Rendy bersemangat, penisnya ditekan keras-keras ke kemaluan saya dan air mata keluar dari sudut mata saya, biasanya kalau saya keluar dengan nikmat saya suka keluar air mata, jadi yang keluar bukan dari bawah saja tapi air mata saya juga menetes keluar. Yang aneh saya nggak pernah merasakan seprerti orang lain cerita kalau banyak sekali cairan keluar dari lubang kemaluan, lebih-lebih kalau laki-laki yang cerita pasti mereka berbohong, memangnya ini penis yang bisa mengeluarkan sperma.
Saya cium Rendy sambil merasakan gelombang orgasme saya, rasanya nikmat sekali dan sangat menyenangkan, benar-benar di luar dugaan saya. Saya mencoba membuat Rendy keluar, tapi tidak bisa, akhirnya Rendy mencabut penisnya dan memasukkan kedalam mulut saya. Kalau A Ikin tahu pasti nanti dia minta saya hisap penisnya setelah masuk kekemaluan saya. Penis Rendy terus saya hisap dan hisap, ketika Rendy hampir keluar, dia cabut dan memasukkan kembali kekemaluan saya dan Rendy mengeluarkan spermanya ke dalam kemaluan saya. Anehnya saya tidak merasakan apa-apa. Biasanya terasa di dinding dalam kemaluan saya. Tapi kali ini tidak terasa apa-apa. Saya tanya apa Rendy sudah keluar dan dia bilang sudah, memang kalau dia keluar hanya sedikit saja tapi kali ini katanya sih sangat nikmat, malahan yang terenak, saya hanya bisa bilang gombal. Setiap laki-laki yang tidur dengan saya selalu bilang kalau kemaluan saya yang terenak, padahal mereka bilang begitu ke setiap kemaluan yang dia singgahi.
Rendy kemudian tertidur di dada saya, penisnya mengecil dan lepas dari kemaluan saya. Waktu Rendy bangun, saya sih nggak bisa tidur sama sekali. Rendy berusaha untuk memulai kembali tapi sepertinya sih nggak mungkin. Rendy minta maaf kalau penisnya kecil dan spermanya sedikit. Saya hanya bilang nggak apa-apa. Waktu Rendy ke kamar mandi, kira-kira jam 9.45 malam saya telepon A Ikin di rumah dan bilang kalau saya baru saja selesai dikerjain oleh Rendy dan rasanya nikmat, cuma penisnya kecil sebentar lagi saya pulang. Jam 10 malam saya sampai di rumah dan A Ikin sudah menunggu saya pura-pura tidur di kamar, Saya belaga tidak tahu kalau dia cuma pura-pura, saya taruh kemaluan saya di mulutnya dan menekannya ke bibirnya seperti waktu sama Rendy di hotel. Kemaluan saya basah sekali dan pasti bau sperma dan keringat kita berdua, tapi setahu saya ini yang disukai oleh A Ikin, A Ikin pura pura terbangun dan mulai menjilat kemaluan saya, jarinya dimasukkan ke dalam kemaluan dan pantat saya, dengan mudah A Ikin memasukkan jarinya kelubang pantat saya, karena dari tadi sudah basah karena kemaluan saya.
Saya suka kalau A Ikin memasukkan jarinya kelubang pantat saya waktu dia tidur atau mainkan kemaluan saya. Rasanya nikmat sekali, seperti disetubuhi oleh dua orang. Penis A Ikin kelihatannya sudah keras sekali dan menonjol dari dalam celana pendeknya. Saya keluarkan dan mengelus-elus penis A Ikin, sambil menceritakan apa yang terjadi di hotel tadi. Ini membuat A Ikin tambah buas dan benar-benar menjilat kemaluan saya. Penis A Ikin saya hisap dan melakukan persis seperti apa yang saya lakukan ke Rendy. A Ikin mengerang dan berusaha menekan penisnya lebih dalam lagi, tapi tidak mudah bagi saya karena penisnya lumayan besar, saya sepertinya masih harus belajar deep throat dulu nih. Setiap A Ikin mengerang saya hisap penisnya lebih keras seperti apa yang saya lakukan ke Rendy, akhirnya saya pindahkan badan saya dan memasukkan penis A Ikin ke dalam kemaluan saya. Sambil menceritakan bagaimana Rendy tiduri saya. Cerita ini membuat A Ikin lebih hot dan akhirnya A Ikin bilang kalau dia mau keluar, kita akhirnya keluar bersamaan dan rasanya nikmat sekali, air mata saya juga keluar bersamaan dengan orgasme saya. Hampir setiap kali A Ikin dan saya keluar bareng dan kita selalu menanyakan seenak apa orgasme kita saat itu. Kalau tidak enak kita bisa bilang dengan terus terang tanpa takut menyinggung perasaan partner kita. Inilah keterbukaan antara kita berdua jadi kita benar-benar bisa menikmati seks dengan penuh.
A Ikin memang sangat spesial karena dia bisa menahan cemburu waktu saya tidur dengan orang lain. Jarang sekali ketemu dengan orang seperti dia lebih-lebih orang Indonesia. Saya rasa A Ikin pasti akan nulis lagi tentang saya dengan pria lainnya. OK.
TAMAT